Kamis, 17 Mei 2012

Tips Agar Toilet Duduk Tak Menebar Bakteri


Pernahkah Anda menutup kloset saat menekan tombol flush? Jamak mungkin akan menjawab tidak. Beberapa tetap duduk saat menekan tombol penyiram kloset. Sementara yang lain melakukannya sambil berdiri di dekat lubang kloset yang terbuka.

Mereka mungkin belum menyadari bahwa menekan tombol flush tanpa menutup lubang toilet berpotensi menebar bakteri ke udara.

Studi yang dipublikasikan Journal of Hospital Infection menunjukkan bahwa Clostridium difficile, bakteri penyebab diare, dapat terpental sejauh 25 sentimeter dari atas dudukan kloset, saat tombol flush ditekan.

Tingkat bakteri paling banyak ditemukan sesaat setelah tombol flush dimainkan atau tangki penyiram bekerja. Jumlahnya menurun seiring berjalannya waktu.

"Tidak semua orang memiliki kebiasaan menutup kloset saat menyiramnya, padahal melakukan hal sederhana ini akan mengurangi kontaminasi lingkungan yang cukup substansial," kata Dr William Schaffner, ketua pengobatan pencegahan di Vanderbilt University Medical Center, kepada ABC News.

Sejumlah peneliti dari Leeds General Infirmary memeriksa suspensi Clostridium difficile di udara di toilet rumah sakit. Hasilnya, kontaminasi bakteri 12 kali lebih tinggi saat kloset yang baru saja digunakan disiram tanpa menutup lubangnya. Kontaminasi bakteri di udara menurun saat kloset disiram dengan lubang tertutup.

Pakar kuman dari Universitas Arizona, Dr Charles Gerba, menemukan bahwa, tisu atau kertas toilet yang berada di dekat kloset juga tercemar bakteri. Kadarnya bahkan jauh lebih tinggi dibandingkan yang terdeteksi di dudukan kloset. 

Studi lain yang dilakukan tim dari Universitas Colorado menunjukkan bahwa bakteri yang menyerang usus itu tak hanya ditemukan di sekitar kloset, tapi juga di gagang pintu toilet, dan dispenser sabun di wastafel. "Anda bisa mendeteksi jejaknya berdasar aktivitas di toilet," kata salah satu peneliti, Gilberto Flores.


Sumber : http://www.duniaq-duniamu.com/2012/01/tips-agar-toilet-duduk-tak-menebar.html#ixzz1v8BxFSzH 
www.duniaq-duniamu.com 

Jumat, 28 Oktober 2011

TIPS MEMILIH UBIN KERAMIK

Ketika Anda memilih ubin tertentu untuk rumah, ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan. Misalnya, di ruang mana Anda akan memasang ubin? Apakah di kamar mandi atau dapur, tempat dimana sering terkena air? Apakah ruang itu akan sering menjadi tempat lalu lalang anggota keluarga? Atau, mungkin furniture di ruangan itu akan sering digeser atau diubah posisinya?
Itu semua adalah faktor kunci ketika Anda menentukan pilihan lantai keramik. Lantai keramik yang baik dapat bertahan berabad-abad, maka pilihan harus dibuat hati-hati, karena investasi pada keramik dapat setua umur rumah itu sendiri.
Pergi ke toko keramik dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda dalam memilih warna keramik, tekstur keramik, material keramik atau pola lantai untuk keperluan Anda. Harga biasanya menjadi pertimbangan di setiap proyek, dan harga ubin keramik dapat berada dalam jangkauan atau sangat mahal. Maka Baik kalau Anda melakukan survey dari beberapa suppliers, karena harga dapat bervariasi dari satu toko ke toko lain, dari satu merk ke merk lain.
Pertimbangan lain yang harus diperhatikan adalah pengiriman, Kadang toko tidak menyediakan jasa pengiriman karena jarak yang terlalu jauh dari mereka. Kalau kendaraan Anda tidak memungkinkan mengangku ubin keramik yang sangat berat, Anda dapat menyewa mobil angkutan barang.
Di toko keramik, kadang Anda berjumpa dengan istilah KW1 atau KW2. Ubin keramik KW 1 adalah ubin kualitas 1 dan KW2 adalah ubin keramik kualitas 2. Secara kasat mata Anda tidak akan dapat melihat perbedaan antara KW1 dan KW2. Biasanya, ukuran antara ubin-ubin KW2 tidak sepresisi ubin KW1. Selisihnya dapt hanya 0,5 s.d. 1 mm. Apakah Anda harus memilih ubin KW1 yang harganya lebih mahal? Tidak selalu, kalau Anda menghendaki nat, yaitu ruang antara ubin, sangat rapat sebaiknya Anda memilih KW1. Tetapi kalau Anda justru ingin memberi aksen pada nat yang lebar sebagai bagian dari interior, Anda cukup memilih ubin keramik KW2.
Beberapa opsi pilihan model Keramik:
Ubin Natural – Banyak model ubin yang dipakai dibangunan-bangunan lama dapat dijumpai sekarang. Biasanya jenis lantai ini berwarna natural atau bisque (off-white), terbuat dari tanah liat, dibakar dan diwarnai sesuai keinginan.
Kalau Anda mau menampilkan kesan klasik, alias mirip bangunan lama, bangunan etnik atau bangunan tradisional, misalnya Kitchen Set bergaya Tuskan seperti gambar di bawah ini, maka ubin keramik natural adalah pilihannya.

Finishing warna pada ubin keramik jenis ini biasanya tidak seragam antara satu ubin dengan ubin lain, dan justru menambah keindahan dan variasi. Tambahan pula, model ini biasanya tidak difinish halus licin; permukaan yang bergelombang tidak rata menambah kesan lama/kuno.
Ubin Keramik Berpola – Untuk tampilan yang lebih modern, kombinasi tua dan baru, keramik berpola dapat menjadi pilihan. Kombinasi elemen-elemen tekstur natural dan teknologi modern tersedia sekarang.Pabrik-pabrik keramik sudah mencetak dan memfinishing (glazed finishing) dengan teknologi moderen sehingga, presisi ukuran, bentuk dan finishingnya. Ketika dipasang, seluruh efeknya adalah bersih, bentuk yang tegas dan memunculkan style ubin natural atau bahkan mungkin seperti batu alam.
Ubin Glazed  Keramik Glazed biasanya diasosiasikan dengan lantai kamar mandi. Lantai jenis ini relatif mudah dipasang dan dapat diadaptasikan dimana saja, tersedia dalam berbagai warna dan pola. Tergantung pada gaya pribadi Anda, Anda dapat memadukan berbagai pola dan desain sesuai imajinasi Anda.
Salah satu hal yang menakjubkan dari ubin keramik berglasur adalah munculnya ubin berpola dan gaya mulai dari fresco Itali sampai pola mosaik. Aspek lain dari jenis keramik ini adalah jarak antar ubin (nat) dapat dibuat sampai tingkat minimum.
Ubin Mosaik – Pilihan lain untuk ubin lantai adalah mosaik yang tersedia bahkan dalam ukuran kecil (misalnya 2×2 inchi). Ubin mosaik tersedia dalah berbagai jenis material dan finishing, mulai dari kaca sampai keramik. Ubin mosaik tersedia dalah aneka pola dan gambar, dengan aneka warna yang hidup. Kombinasi mosaik dan jenis keramik lain dapat menambah efek cerah pada lantai.

Mengenal Jenis Keramik

Produk keramik merupakan salah satu benda atau aksesoris yang berfungsi untuk memperindah, melengkapi, dan membuat hidup suatu tempat, ruangan, aula, dll agar tampak nilai estetikanya (keindahan). Dalam hal ini perusahaan menginginkan sesuatu yang beda dari segi kualitas, ergonomic, dan estetika suatu produk seiring dengan jenis permintaan konsumen yang sifatnya fluktuatif dan cenderung menuntut hal yang baru (mengikuti mode yang sedang berlangsung).
Jenis keramik dapat dilihat melalui beberapa sudut pandang salah satunya ada jenis keramik menurut kegunaannya, jenis keramik menurut motifnya, jenis keramik menurut bahan pembuatnya dan lain sebagainya. Menurut kegunaannya jenis keramik dibedakan menjadi beberapa bagian, diantaranya keramik vas bunga, souvenir, guci, lampu set dan masih banyak lagi. Dari beberapa jenis keramikmenurut kegunaanya diatas, jenis keramik dinoyo yang paling diminati menurut perspektif konsumen dalam sebuah penelitian, yaitu jenis keramik Vas Bunga sebesar 78,39 %, kemudian jenis keramikSouvenir sebesar 38,21 %, kemudian jenis keramik Guci sebesar 15,53 %, dan jenis keramik yang paling tidak diminati adalah jenis keramik Lampu Set sebesar 7,27 %.
Disamping menurut kegunaannya, penggolongan keramik juga bisa dilihat dari Jenis Badan Keramik, yang di bedakan menjadi :
1. Gerabah (Earthenware), jenis keramik ini dibuat dari semua jenis bahan tanah liat yang plastis dan mudah dibentuk dan dibakar pada suhu maksimum 1000°C. Struktur dan tekstur jenis keramik ini sangat rapuh, kasar dan masih berpori. Agar supaya kedap air, gerabah kasar harus dilapisi glasir, semen atau bahan pelapis lainnya. Gerabah termasuk jenis keramik berkualitas rendah apabila dibandingkan dengan keramik batu (stoneware) atau porselin. Bata, genteng, paso, pot, anglo, kendi, gentong dan sebagainya termasuk jenis keramik gerabah. Genteng telah banyak dibuat berglasir dengan warna yang menarik sehingga menambah kekuatannya.
2. Keramik Batu (Stoneware)Jenis keramik ini dibuat dari bahan lempung plastis yang dicampur dengan bahan tahan api sehingga dapat dibakar pada suhu tinggi (1200°-1300°C). Jenis keramik ini mempunyai struktur dan tekstur halus dan kokoh, kuat dan berat seperti batu. Keramik Jenis Stoneware ini termasuk keramik kualitas golongan menengah.
3. Porselin (Porcelain), adalah jenis keramik bakaran suhu tinggi yang dibuat dari bahan lempung murni yang tahan api, seperti kaolin, alumina dan silika. Oleh karena badan porselin jenis ini berwarna putih bahkan bisa tembus cahaya, maka sering disebut keramik putih. Pada umumnya, porselin dipijar sampai suhu 1350°C atau 1400°C, bahkan ada yang lebih tinggi lagi hingga mencapai 1500°C. Porselin yang tampaknya tipis dan rapuh sebenarnya mempunyai kekuatan karena struktur dan teksturnya rapat serta keras seperti gelas. Oleh karena keramik ini dibakar pada suhu tinggi maka dalam bodi porselin terjadi penggelasan atau vitrifikasi. Secara teknis jenis keramik ini mempunyai kualitas tinggi dan bagus, disamping mempunyai daya tarik tersendiri karena keindahan dan kelembutan khas porselin. Juga bahannya sangat peka dan cemerlang terhadap warna-warna glasir.
4. Keramik Baru (New Ceramic), adalah keramik yang secara teknis, diproses untuk keperluan teknologi tinggi seperti peralatan mobil, listrik, konstruksi, komputer, cerobong pesawat, kristal optik, keramik metal, keramik multi lapis, keramik multi fungsi, komposit keramik, silikon, bioceramic, dan keramik magnit. Sifat khas dari material jenis keramik ini disesuaikan dengan keperluan yang bersifat teknis seperti tahan benturan, tahan gesek, tahan panas, tahan karat, tahan suhu kejut seperti isolator, bahan pelapis dan komponen teknis lainnya.

Mengenal Keramik KW 2 dan KW 3

Anda tentu pernah mendengar istilah keramik KW 1, KW 2, dan KW 3. Apa sih maksudnya? 

Istilah ini menunjukkan urutan kualitas keramik. Menurut Kasrin, QC manager KIA Ceramics, keramik KW 1, KW 2, dan KW 3 dibuat dengan bahan yang sama. Hasil produksinya saja yang berbeda.
“Keramik KW 2 ada gompel kecil, halus atau dekor di glazurnya yang mengelupas. Kalau KW 3 kerusakannya bisa lebih banyak lagi,” kata Kasrin. Selain kerusakan yang kasat mata itu, Kasrin menambahkan, keramik KW 2 dan KW 3 juga biasanya tak sekuat  keramik KW 1. Dilihat dari harga, untuk jenis yang sama, keramik KW 2 lebih murah 20% dibandingkan keramik KW 1. Harga keramik KW 3 bahkan bisa setagah dari harga keramik KW 1.  
Umumnya, konsumen memilih keramik KW 2 atau KW 3 untuk dapur kotor, selasar, atau carport . Ruang-ruang yang tidak terlalu mengutamakan penampilan. Asalkan aplikasinya tepat tak masalah menggunakan keramik KW 2, bahkan KW 3. Jika Anda berencana menggunakan keramik KW 2 atau KW 3, tips berikut akan membantu Anda.
  1. Buat nat dengan ukuran yang lebih lebar. Misalnya 5mm. Ini untuk mengakali agar ukuran keramik yang kurang presisi tidak terlihat.
  2. Gunakan keramik berwarna gelap. Dalam 1 boks keramik KW 2 dan KW 3 terkadang ada satu dua lembar keramik yang warnanya agak berbeda. Jika Anda pilih warna gelap, perbedaan ini tak terlalu kentara.
  3. Jangan menggunakan keramik dengan motif atau print . Kerusakan pada print  akan semakin terlihat jelas ketika keramik diaplikasi.
  4. Jika ada keramik yang perbedaan ukurannya cukup jauh dengan yang lain, gunakan sebagai keramik tepi.  

Tipe Memilih Keramik

TIPS MEMILIH UBIN KERAMIK

Berikut beberapa hal yang menjadi pertimbangan saat memilih keramik:
1. Pertimbangan Fungsi
Berdasarkan fungsinya, keramik terbagi menjadi keramik untuk dinding dan keramik untuk lantai. Kedua keramik tersebut mempunyai spesifikasi yang berbeda. Keramik lantai biasanya mempunyai daya serap air yang rendah, lebih kuat dan harus tahan terhadap gesekan, mengingat besarnya beban dan gesekan yang dialami. Keramik KIA mempunyai daya serap air 6-10% (ISO 10545-3) dengan bending strength min 23 N/mm² (ISO 10545-4). Keramik dinding tak harus mempunyai spesifikasi seperti itu, karena alasan penggunaannya hanyalah di dinding. Dengan alasan tersebut di atas, keramik lantai bisa diaplikasikan di dinding tapi keramik dinding sebaiknya tidak diaplikasikan di lantai.

2. Pertimbangan Tempat
Berdasarkan tempat penggunaannya, keramik terbagi menjadi beberapa kelompok:
  • Keramik eksterior (teras, balkon, garasi, dsb)
  • Keramik  interior (ruang keluarga, ruang makan, kamar mandi, pastry, dsb)
  • Keramik wet area (tepi kolam renang, kamar mandi, ruang cuci)
  • Keramik dry area (dapur, ruang tamu & ruang makan).
Keramik untuk eksterior harus kuat dan tahan terhadap perubahan cuaca. Pilihlah keramik yang tidak kilap (doff) atau keramik yang bertekstur (rustic) agar tidak licin dan tidak terlihat cepat kotor. Aplikasinya hampir sama dengan wet area. Gunakan motif seperti motif Rocky dan Ridgeview (Impresso Brand) atau CliftoneOakley, dan Little rock (KIA Brand). Untuk keramik interior, sebaiknya warna dan motif keramik disesuaikan dengan warna dinding, furniture dan tema ruangan. Biasanya menggunakan keramik yang kilap (glossy) agar terkesan bersih, mewah dan mudah dibersihkan. Sebagai contoh untuk rumah dengan konsep minimalis bisa menggunakan Papagayo Crema atau Liverpool. Motif MaroccoMarrakesh dan Vintage untuk konsep klasik, sedangkan untuk konsep natural bisa menggunakan motif  Parquet atau HoneywoodRosewood dan Pebble Stone yang merupakan koleksi terbaru kami. Selain itu, masih banyak lagi motif-motif keramik KIA yang dapat digunakan  sesuai dengan selera.

3. Pertimbangan Warna, Motif dan Ukuran Keramik
Apabila ruangan anda ingin terkesan lapang gunakan warna muda seperti crema atau beige, warna medium akan membuat ruang terkesan lebih kecil. Pembelian motif keramik yang sama di setiap ruang memberikan kesan kesatuan ruangan sementara penggunaan lebih dari satu motif akan membagi ruangan. Pemasangan keramik ukuran kecil memberi kesan luas namun terlihat penuh, sebaliknya ukuran besar membuat ruangan menjadi sempit namun sederhana. Sebaiknya gunakan keramik ukuran kecil untuk ruangan kecil dan keramik ukuran besar untuk ruangan besar. Ada banyak ukuran keramik KIA mulai dari 20x20cm, 25x25cm, 30x30cm, 45x45cm untuk keramik lantai & 20x 20cm, 20x25cm, 25x40cm dan yang terbaru ukuran 30x60cm untuk keramik dinding.

4. Pertimbangan Kualitas
Keramik terbagi dalam 3 kategori kualitas:
  • Kualitas 1 (KW 1)
  • Kualitas 2 (KW 2)
  • Kualitas 3 (KW 3)
Keramik KW 1 memiliki lebih baik dibandingkan KW 2 & KW 3 sehingga harganya pun lebih tinggi. Apabila dana anda terbatas, anda bisa membeli keramik KW 2 yang secara fungsional setara KW 1 hanya memiliki sedikit cacat produksi, tapi dengan teknik pemasangan yang baik, keramik inipun bisa tampil sempurna.

Selasa, 04 Oktober 2011

Karakteristik keramik dan granite

Apakah Anda termasuk yang bingung membedakan antara granit dan keramik? Granit disini maksudnya bukanlah batu alam melainkan “monoporosa” alias isitilah lain dari “single fired tile”.

Yang termasuk kedalam golongan granit adalah Essenza, Niro Granite, Granito, Garuda, Indo Gress dan yang termasuk kedalam golongan keramik adalah Herkules, Platinum, Mulia, KIA, Milan, White Horse, Roman, Super Milan, Habitat, Asia Tile, Signature. Pada artikel ini kami akan mencoba menjelaskan karakteristik masing-masing granit dan keramik. 


Keramik dan granit/monoporosa selintas terlihat serupa tapi sebenarnya tak sama. Keduanya merupakan pelapis lantai dan dinding yang dibuat oleh manusia (artifisial), bukan hasil buatan alam. Terkadang pemilihan pelapis lantai/dinding didasarkan hanya dari merek atau motifnya saja dan bukan dari jenis atau karakteristiknya masing-masing. Memang motif atau desain antara keramik dan granit sangatlah mirip begitupun ukurannya. Akan tetapi ada beberapa hal yang menjadikan mereka berbeda.

Yang pertama, karakteristik dari proses pembuatannya.
Bagian depan keramik ukuran 40x40
Keramik merupakan “body” (badan keramik yang terbuat dari campuran tanah liat, batu, kapur, dll) yang diberi glaze” (pelapis body keramik yang menjadikan permukaannya tidak kasar)Motif keramik dicetak di atas glazelalu nantinya keramik yang sudah dicetak akan melalui proses pembakaran agar "matang" dan siap dipakai.

Body atau badan keramik yang digunakan akan selalu sama berwarna merah atau putih (tergantung dari bahan dasarnya), akan tetapi desain/motifnya bisa berbeda-beda sesuai dengan pesanan atau kebutuhan. Keramik disebut pula sebagai "double fired tile" karena terjadi 2 kali pembakaran saat pembuatannya, yang pertama setelah body di-press dan masih "telanjang" dan yang kedua setelah body diberi glaze dan desain motif. 

Untuk aksesorisnya (listello dan inserto) biasanya disebut "third firing tile"karena terjadi proses pembakaran lagi pada waktu  keramik itu dibuat. Ssebenarnya terkadang dapat terjadi lebih dari 3 kali pembakaran, karena pembuatannya yang rumit, penggunaan material yang lebih bervariasi dan prosesnya yang memakan lebih banyak waktu maka harga keramik aksesoris biasanya jauh lebih mahal.

Sedangkan granit merupakan body yang sudah diberi pewarna lalu di-press(dicetak), dan langsung dibakar makanya disebut single fired tile atau sekali bakar. Hal ini yang menyebabkan warna body belakang granit sama dengan bagian depannya (bagian motif/desain). Bila motifnya berwarna hitam dan berbintik putih maka body belakangnya pun demikian. Begitupun bila motifnya berwarna merah atau putih.

Granit ukuran 60x60 bagian depan
body belakang granit sama warna dan motifnya dengan bagian depan

Dalam pembuatannya, granit jarang menggunakan desain. Motifnya didapat dari campuran/kombinasi warna saja. Maka itulah kebanyakan dari motif granit biasanya polos atau hanya berupa bintik-bintik, tidak seperti keramik yang lebih bervariasi.

Yang kedua, karakteristik dari fisiknya.

Bagian belakang keramik body merah
Bagian belakang keramik body putih



Seperti sudah disebutkan di atas, biasanya keramik ber-body merah atau putih.Body merah ini berarti tingkat penyerapan airnya lebih besar atau pori-pori pada body tersebut lebih besar bila dibandingkan dengan keramik body putih. (Karena hal inilah maka pada saat aplikasi, keramik body merah harus direndam terlebih dahulu sebelum dipakai, sedangkan keramik body putih tidak perlu lagi).
Bagian samping body keramik yang masih ada sisa glaze
window frame pada keramik

Pada bagian sisi keramik biasanya terdapat sisa-sisa glaze, dan untuk keramik yang tidak dipotong/uncut biasanya terdapat “window frame” (garis berwarna putih yang tidak tertutup desain sepanjang sisi keramik). Permukaan keramik juga biasanya sedikit bergelombang atau istilah yang biasa kami gunakan adalah“wavy”. Hal ini karena pada saat produksi, proses pemberian glaze yang berupa cairan terkadang tidak menyebar secara merata.

sisi keramik uncut yang agak cembung
Ada keramik yang melalui proses "cutting" (pemotongan) dan "uncut" (tidak dipotong). Keramik cutting biasanya lebih siku dan ukuran satu sama lainnya lebih presisi karena dipotong lagi dengan mesin. Cirinya adalah bagian sisi permukaannya berbentuk siku atau rata. Sementara keramik uncut pada bagian sisi permukaannya terlihat cembung atau melengkung.

Untuk granit, pada bagian sampingnya Anda bisa melihat bahwa desainnya serupa dengan bagian depannya.
sisi samping granit motif dan warnanya sama dengan bagian depannya

pantulan pada permukaan granit yang rata seperti kaca

Permukaan granit biasanya lebih rata dan tidak bergelombang karena dipoles dengan mesin. Kebanyakan granit adalah cutting tile atau sisi-sisinya dipotong agar siku dan presisi ukurannya. Hal inilah yang menyebabkan penampilan granit bisa lebih bagus, dan pada aplikasinya juga bisa rapat satu dan lainnya sehingga nat-nya bisa lebih tipis/kecil.

Yang ketiga, karakteristik dari kekuatannya.

Bila dibandingkan kekuatan terhadap benturan dan gesek antara keramik dan granit maka granit-lah pemenangnya. Sifat granit lebih keras dan hasil press-nya mengalahkan keramik yang bobotnya lebih ringan dan hanya memiliki glaze tipis sehingga setelah sekian lama, motif keramik bisa habis terkikis.

Tetapi keramik lebih tahan terhadap noda dibandingkan dengan granit.Beberapa jenis granit yang permukannya licin/mengkilap justru membuatnya semakin tidak tahan noda, karena pori-pori permukaannya menjadi terbuka karena proses pemolesan. Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa bodydepan dan belakang granit sama desainnya, tetapi bagian depan permukannya yang licin dan mengkilap diperoleh dari hasil polesan mesin.

Nah, setelah mengetahui beberapa hal mengenai karakteristik granit dan keramik, semoga Anda bisa lebih mudah memilih jenis pelapis lantai/dinding mana yang akan Anda gunakan sesuai dengan kebutuhan. Sekarang Anda pun tahu alasannya mengapa harga mereka berbeda. Selamat memilih.

This article is copied from 

http://jumpinjack-design.blogspot.com

Minggu, 28 Agustus 2011

Cara Mudah Merawat Keramik Kamar Mandi


Coba perhatikan, penampilan keramik kamar mandi pasti lebih cepat kusam warnanya bila dibandingkan dengan keramik di area lain dalam rumah. Mengapa demikian?
Karena keramik di area kamar mandi terutama kamar mandi basah, lebih sering terpapar oleh air dan zat kimia. Zat kimia tersebut berasal dari sabun, shampo, dan bahan-bahan pembersih lainnya. Air yang Anda gunakan untuk mandi pun mengandung zat kimia karena hasil olahan dari perusahaan penyedia air bersih. Frekuensi pemakaian kamar mandi juga berpengaruh, semakin sering dipakai maka keramik pun semakin banyak terpapar zat-zat tersebut.

Sebenarnya hal ini tidak membahayakan, hanya saja mengurangi keindahan kamar mandi Anda. Berikut tips dari kami mengenai cara membersihkan kamar mandi :


  1. Biasakanlah menyiram dinding dan lantai kamar mandi setiap habis mandi sehingga sisa busa sabun tidak menempel di dinding maupun lantai.
  2. Bersihkanlah kamar mandi minimal 1 minggu sekali agar kotoran tidak melekat terlalu kuat pada keramik.
  3. Anda cukup menggunakan sabut cuci piring yang sedikit kasar dan sabun colek.
  4. Pastikan sesudah anda menyikat dinding dan lantai jangan sampai ada sisa sabun yang tertinggal.
  5. Bila ada kotoran membandel, bisa dibersihkan dengan pembersih yang lebih kuat tetapi tidak mengandung asam. (Jangan menggunakan pembersih yang sifatnya keras karena malah akan merusak lapisan keramik dan nat)
  6. Sikatlah nat keramik sampai bersih karena nat keramik bersifat menyerap kotoran, sehingga jika tidak dibersihkan akan menjadi tempat yang baik untuk perkembangbiakan bakteri.
  7. Bila lantai kamar mandi anda berlumut dan licin, buat larutan air kapur lalu siram ke lantai yang berlumut. Diamkan semalaman, kemudian gosok lantai tersebut hingga lumut terkelupas semuanya. Terakhir bilas dengan air bersih. Atau bisa juga dengan campuran 1 liter air dan 1 sendok makan kaporit, aduk rata, lalu siramkan ke dinding yang berlumut. Biarkan selama beberapa jam. Setelah itu sikat dan siram dengan air bersih.